Tampilkan postingan dengan label singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label singapore. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2022

Trip Singapore bersama Mama

 Sejak punya penghasilam sendiri dan sudah bisa ke Singapore sendiri, aku sangat ingin mengajak Mama jalan-jalan ke kota favoritku itu. Namun, setiap kali diajak, mama beralasan belum mau ke luar negeti kalau belum umrah. Yasudah, aku manut aja. Tahun 2017 akhirnya mamah umrah dan sudah punya paspor sendiri, maka tahun depannya yaitu tahun 2018 (30 Maret-2 April) aku langsung ajak mama ke Singapur sekalian ke Kuala Lumpur, dan mama mau.


Kami berangkat naik Air Asia dari Bandung dan tiba di terminal 4 Changi Airport. Tiba di bandara, tentunya foto-foto dahulu sebelum imigrasi, lalu keluar imigrasi, beli sim card dan naik shuttle ke terminal 2 untuk lanjut naik MRT ke pusat kota. Tak lupa beli dulu EZ Link untuk mama (kalau aku kan sudah punya hehe). 










Kami naik MRT ke stasiun Jalan Besar karena hotel kami, hotel Sandpiper, berada di Jalan Dunlop. Ternyata jalan kaki lumayan jauh dan ada stasiun yang lebih dekat yaitu Rochor. Aku baru tau setelah sampai hotel. Sebelum tiba di hotel, kami makan bakso dulu di warung Indonesia halal dekat hotel, di Jalan Besar. 





Kamipun check in, resepsionisnya kurang ramah, tapi proses check in-nya cepat dan lancar. Kamarnya bersih dan fasilitasnya lengkap. Ada arah kiblatnya juga dan ternyata dekat dengan mesjid, hanya selang 3 atau 4 bangunan saja. Kami menginap 2 malam di hotel ini. Setelah istirahat sebentar, sholat dan simpan barang, kamipun mulai jalan-jalan. 

Kasur queen

Kamar mandi/toilet 

Lemari & gantungan baju

Teko listrik dan minuman compliment

Hair dryer hotel

Arah kiblat


Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Mesjid Sultan. Kami naik bis dari halte dekat stasiun Rochor. Cuaca saat itu mendung banget, jadi kami gak lama-lama karena takut hujan, cuma foto-foto sebentar aja.



Setelah foto di depan mesjid, kami naik bis ke ION Orchard. Berfoto di patung warna warni ikon ION, makan es krim potong lalu nyebrang ke Lucky Plaza untuk beli oleh-oleh kaos dan sebagainya. Kemudian balik lagi ke ION untuk naik MRT lanjut ke Marina Bay Sands.



Pilih oleh-oleh di Lucky Plaza

Di eskalator dalam ION mall menuju ke MRT station

Kami tiba di MBS dan sudah malam pas waktu pertunjukkan Spectra, kamipun langsung menuju lokasi Spectra dan menonton pertunjukan. Setelah pertunjukan selesai, kami naik MRT ke Mustafa Center untuk belanja oleh-oleh coklat dan cemilan. Setelah belanja, kami makan nasi goreng di resto sebrang Mustafa Center lalu pulang jalan kaki karena hotel kami hanya berjarak sekitar 500m saja dari Mustafa Center.

Siap-siap nonton Spectra




Keesokan harinya, kami memulai jalan-jalan di berbagai tempat, tapi sebelum berangkat, aku ajak mama sarapan dulu di warung sebrang hotel. Hotel kami tidak menyediakan sarapan tapi di sekiratnya banyak warung atau resto halal, enak dan murah. Mamaku makan nasi ayam dan aku minum teh tarik aja.


Setelah makan, kita naik bis dan turun di South Beach building sebrangnya War Memorial Park. Kami foto-foto di sekitar dan jalan ke Esplanade lalu lanjut ke Merlion. Kemudian kami naik MRT ke Singapore Zoo.







Di Singapore Zoo, kami naik odong-odong dan melihat koleksi binatang serta pertunjukan atraksi hewan. Lalu kami naik bis lanjut MRT ke Vivo City. Di Vivo City kami makan dulu di Encik Tan, lanjut jalan ke Sentosa Island melalui boardwalk. 


Tiket Singapore Zoo

Naik odong-odong keliling zoo

Merak putih

Makan siang Encik Tan Vivo Mall


Tiba di Sentosa Island kami hanya foto-foto di depan USS dan Patung Merlion raksasa (patungnya sudah gak ada sekarang, sudah dihancurkan kalau gak salah). Kemudian balik ke Vivo City naik monorail dan lanjut perjalanan ke Gardens by the Bay naik bis. Memang selama di Singapore bareng mama, aku lebih sering naik bis karena selain lebih murah juga gak cape jalan kaya di dalam stasiun MRT. Selain itu, dengan naik bis, mama bisa liat suasana kota .

Sentosa Boardwalk



Monorail Sentosa Express

Kemana-mana naik bis



Di Gardens by the Bay kami leyeh-leyeh saja lihat tanaman sampai malam waktunya pertunjukan Garden Rhapsody. Setelah pertunjukan selesai, kami balik ke hotel untuk istirahat

Gardens by the Bay
Menunggu atraksi Garden Rhapsody


Keesokan harinya, pagi-pagi banget setelah subuh, kami check out dan naik grab ke bandara untuk lanjut ke Kuala Lumpur. Kami naik AirAsia dan berangkat dari terminal 4 Changi Airport.

Area boarding terminal 4 Changi Airport


Sekian cerita di Singapura bersama mama. Kelanjutan cerita di Kuala Lumpur bisa dibaca disini yaaa.


Kamis, 10 Oktober 2019

7 Tempat Wisata Anti-Mainstream Gratis di Singapura

Setiap kali aku ke Singapura, orang selalu bertanya: "Hah, Singapur lagii? Gak Bosen? Singapur kan cuman itu-itu aja!". Kesal ku dibuatnya, dengan shombongbangganya aku bertanya pada mereka itu: "Udah pernah ke Sentosa Cove ? Bukit Batok? Punggol Waterway? Changi Beach? Marina Barrage? Fort Canning? River Safari???” Dan merekapun menjawab dengan senyuman, “belom”.

Baiklaah… Supaya kamu tau ada apa saja di Singapura selain Merlion, Orchard Road, Bugis Street,  Haji Lane, Marina Bay Sands, Garden by the Bay, Henderson Bridge, USS, Little India, Geylang, daan sebagainya (you named it), berikut ini aku berikan referensi tujuh lokasi wisata antimainstream gratis di Singapura yang bakalan bikin kamu penasaran !

1     1. Sentosa Cove
Sentosa Cove merupakan daerah pemukiman mewah yang berada di Pulau Sentosa. Memiliki taman tepi pantai yang dapat diakses oleh umum. Di pinggir pantai berderet belasan kapal milik penghuni yang mewah dah rapi terparkir.





Terdapat pula restoran-restoran seafood mewah, yang tentu saja aku tidak mungkin makan di sana, namanya juga backpacker kere. Dibandingkan makan di restoran, aku lebih memilih membeli makan di Sevel atau supermarket yang ada di dekat taman. Murah, meriah, kenyang.




Aku sengaja ke Sentosa Cove karena ingin melihat suasana Pokemon Festival dan menyaksikan Pikachu Parade. Pokemon Parade berlangsung selama bulan Juni 2019 dari siang hingga malam, dan Pikachu Parade dimulai sekitar pukul 19.30 waktu setempat.





Aku suka Pikachu dan sangat senang melihat parade Pikachu yang lucu menari diiringi music. Sungguh menggemaskan!



2    2. Bukit Batok
Bukit Batok adalah nama daerah di perbukitan Singapura yang dikelilingi oleh perumahan mewah dan apartemen. Tempat wisata yang dapat dikunjungi di sini adalah sebuah danau dengan bongkahan batu kapur. Dijuluki Little Guilin, karena katanya mirip danau Guilin di China.






Karena lokasinya berada di sekeliling perumahan, danau ini sepi pada siang hari, hanya ada beberapa orang lewat untuk lari dan beberapa bapak-bapak sedang memancing sambil ngobrol. Suasananya tenang, seperti berada di tengah hutan, padahal dekat sekali dengan perumahan.





        3. Punggol Waterway Park
Punggol Waterway Park adalah taman yang berada di sepanjang sungai yang terletak di daerah Punggol. Kalau siang hari terasa banget panas matahari menyengat, namun kita bisa ngadem di mall pinggir sungai dan membeli ice cream McD yang terletak di dalam mall.



Ikon utama dari taman ini adalah sisi pinggir sungai dengan bentuk meliuk yang unik. Di pinggiran sungai itu kamu bisa berjalan atau lari-lari menyusuri sungai. Banyak juga yang bersepeda dan menggunakan sepatu roda.





4      4. Changi Beach
Changi Beach merupakan pantai favorit aku di Singapura. Terletak dekat dengan bandara Changi, kamu bisa melihat pesawat yang hendak mendarat. Pagi hari lebih indah karena bisa melihat pesawat dibalik golden sunrise.




Fasilitas di pantai ini cukup lengkap dan bersih. Ada shower bilas, toilet, tempat camping, sewa sepeda, spot piknik dan area bermain anak. Jika berjalan menyusuri pinggir pantai, maka kamu akan menemukan jalan berpagar dengan gazebo kecil. Jalan susur pantai tersebut bernama Changi Coast Walk.







Dekat dengan Changi Coastal Walk, ke parkiran mobil, ada Changi Village yang terdiri dari kios-kios makanan dan minimarket. Menikmati sarapan di pagi hari selepas olah raga adalah pilihan yang tepat. Ada makanan halal juga looh. Aku memilih lontong sayur yang terlihat panjang antriannya dan memang enak.





5     5. Marina Barrage
Kalau di Changi Beach ada sunrise, nah, di Marina Barrage adalah tempat yang cocok untuk menikmati sunset di balik gedung Marina Bay Sands. Marina Barrage sebetulnya adalah tempat pengolahan air yang berada di perbatasan  sungai dan laut.




Untuk melihat sunset yang indah, kamu harus naik ke rooftop Marina Barrage, bisa dengan jalan menyusuri pinggiran gedung, naik tangga, atau lebih mudahnya, ya, naik lift.





Di lantai bawah ada air mancur yang berkilau warna warni pada malam hari. Jika jalan menyusuri pinggir sungai, maka kamu bisa sampai ke Garden by the Bay.





6      6. Fort Canning Park
Fort Canning Park adalah sisa peninggalan sejarah di Singapura yang berupa bukit dengan benteng. Di dalamnya terdapat taman-taman dengan berbagai jenis rempah, bagunan yang sekarang difungsikan menjadi galeri, bunker, dan makam J




Terletak di pusat kota, bisa diakses dari Orchard Road atau Clarke Quay, Fort Canning Park cocok banget untuk yang suka olahraga jogging atau lari dengan trek menanjak. Kalau aku sih cuman jalan dan foto-foto aja engap.




7      7. Singapore Botanic Garden
Seperti namanya, botanic garden atau kebun raya, tentunya berisi aneka tanaman. Singapore Botanic Garden memiliki koleksi beragam tanaman, mulai dari rempah-rempah, tanaman hias, hingga anggrek. Masuk ke sini gratis, kecuali kalau mau masuk ke taman anggrek, harus bayar.





Di sini juga terdapat beberapa danau. Ada danau untuk piknik, danau dengan tempat konser , dan danau angsa. Terdapat pula bangunan berupa chapel yang sangat bagus untuk foto-foto.









Bonus:
Singapore River Safari
Singapore River Safari bukanlah tempat wisata gratis, tapi termasuk antimainstream, sehingga aku memasukannya sebagai bonus. Berada di sebelah Singapore Zoo, Singapore River Safari merupakan kebun binatang khusus binatang yang hidup di sekitaran sungai. Diantaranya adalah buaya, anakonda, berang-berang, bahkan piranha dan ada juga flaminggo dan sebagainya. Selain binatang sungai, ada juga panda yang merupakan ikon utama Singapore River Safari.





Selain koleksi binatang, ada juga atraksi yang bisa kita coba yaitu boat ride dan Amazon River Quest. Boat ride adalah kegiatan menyusuri sungai dengan mengendarai kapal kecil. Dengan kapal, kita tidak hanya menyusuri area Singapore River Safari, tapi juga bisa mengintip koleksi binatang di Singapore Zoo. Sedangkan Amazon River Quest kereta kapal yang digerakkan oleh air yang membawa kita ke koleksi binatang-binatang khas Amazon, seolah-olah kita sedang menyusuri sungai Amazon. Seru dan menyenangkan.




Bagaimana? Apakah ketujuhke-delapan lokasi wisata di atas pernah kamu datangi? Sebenarnya, masih banyak wisata antimainstream gratis di Singapura, seperti East Coast Park, Kallang Park, Labrador Park, Gillman Barracks, dan lainnya. Namun belum sempat aku datangi, jadi belum bisa review.
Atau kamu ada lokasi lainnya yang menurutmu adalah wisata anti-mainstream di Singapura? Silakan infokan di kolom komentar yaa. Terima kasih sudah membaca J


PS.
Selanjutnya aku akan membuat rangkuman jembatan ikonic di Singapura, bangunan unik di Singapura, perpustakaan di Singapura, hostel di Singapura, rooftop antimainstream gratis, dan jajanan khas Singapura. Ada ide lain? Tulis di kolom komentar juga yaa J